May 26, 2011

Ongkos dan Penerimaan

Ongkos dan Penerimaan


Tindakan pertama bagi seorang pengusaha dalam mendirikan suatu perusahaan adalah menentukan/memilih bentuk organisasinya, apakah berbentuk perusahaan perorangan, persekutuan atau kooperatif selanjutnya menentukan tujuan pokok organisasi, agar dapat memperoleh keuntungan, baru kemudian melihat kepada bentuk pasar.
Dan untuk membuat keputusan perusahaan yang benar, maka pengusaha harus melihat kepada total penerimaan dan ongkos, jika keliru dalam melakukan penafsiran kedua hal tersebut, maka perusahaan akan membuat keputusan yang dapat merugikan.
Didalam pemakaian faktor produksi untuk memproduksi suatu jenis barang sangat tergantung kepada produktivitas, harga dan waktu yang tersedia bagi perusahaan.
Sehubungan dengan waktu yang tersedia bagi suatu perusahaan tersebut untuk menghasilkan suatu output tertentu dapat dibedakan menjadi tiga periode waktu, yaitu:
a) The Market Period
b) The Short Run Period
c) The Long Run Period

Pengertian Ongkos Produksi
Ongkos produksi secara umum dapat dinyatakan yaitu segala biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi. Disamping pengertian umum tersebut, ada 2 macam pengertian ongkos, yaitu :
  1. Economic Cost, yaitu ongkos yang dikeluarkan atas penggunaan semua faktor produksi untuk menghasilkan output tertentu
  2. Accounting Cost, yaitu ongkos yang pengertiannya hampir sama dengan economic cost, tetapi ongkos disini dinyatakan secara tegas dalam pembukuan, sehingga ada istilah


             (a) Explicit cost, yaitu ongkos-ongkos yang tercatat atau terlihat jelas dalam pembukuan.
             (b) Implicit cost, yaitu ongkos produksi yang tidak terlihat dalam pembukuan.
Ditinjau dari sudut waktu, ongkos dapat dibedakan menjadi :
1. Ongkos Jangka Pendek.
2. Ongkos Jangka Panjang.

Jenis-jenis Ongkos Produksi
Ongkos produksi dapat dibagi ke dalam 5 macam :
  1. Biaya Tetap (Fixed Cost : FC) yaitu, merupakan balas jasa dari pada pemakaian faktor produksi tetap (fixed factor), yaitu biaya yang dikeluarkan tehadap penggunaan faktor produksi yang tetap dimana besar kecilnya biaya ini tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya output yang dihasilkan.
  2. Biaya tidak tetap (Variabel cost : VC), yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai balas jasa atas pemakaian variabel faktor, yang besar kecilnya dipengaruhi langsung oleh besar kecilnya output.
  3. Biaya Total (Total cost : TC), yaitu merupakan jumlah keseluruhan dari biaya tetap dan biaya tidak tetap.
  4. Biaya Rata-rata (Avarage Cost : AC), yaitu merupakan ongkos persatu satuan output; baik untuk biaya rata-rata tetap (avarage fixed cost) dan biaya rata-rata variabel (avarage variable cost) dan rata-rata total (avarage total cost), diperoleh dengan jalan membagi biaya Total dengan jumlah output yang dihasilkan.
  5. Biaya Marginal (Marginal cost : MC), yaitu merupakan biaya tambahan yang diakibatkan dari penambahan satu-satuan unit output.
  6. Biaya Tetap Rata-Rata (Avarage fixed cost : AFC), biaya hasil bagi biaya tetap dengan jumlah yang dihasilkan.
  7. Biaya Variabel Rata-Rata (Avarage Variable cost : AVC), diperoleh dengan jalan membagi biaya variabel dengan jumlah produk yang dihasilkan.


Ongkos Jangka pendek

Dalam jangka pendek, output yang dihasilkan produsen dapat ditambah atau dikurangi dengan jalan menambah atau mengurang input variabel yang digunakan. Jadi, perusahaan hanya dapat menyesuaikan jumlah outputnya dengan suasana yang terjadi di pasar sejauh tingkat output yang mungkin dapat dihasilkan dengan input tetap yang ada. Perusahaan yang rasional akan memproduksi output sampai pada tingkat yang enghasilkan keuntungan maksimum/kerugian
minimum. Penentuan titik keseimbangan produsen pada dasarnya ada dua cara yaitu melalui pendekatan selisih antara penerimaan total dan pengeluaran total serta selisih antara penerimaan batas dan pengeluaran batas. 

Pada pendekatan pertama, keuntungan maksimum (kerugian minimum) akan terjadi pada tingkat output dimana terjadi selisih antara penerimaan dan pengeluaran produsen mencapai maksimal (atau selisih antara pengeluaran dan penerimaan produsen seminimal mungkin). Penentuan titik keseimbangan produsen dengan pendekatan penerimaan – pengeluaran produsen dirasa kurang banyak manfaatnya jika dipandang dari segi analisa perilaku produsen selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pendekatan ini tidak dapat menyimpulkan interpretasi analisis lebih jauh perilaku produsen.

Pendekatan kedua, penerimaan batas produsen pada setiap tingkat penjual dapat ditentukan dengan jalan membagi perubahan penerimaan total produsen dan perubahan output yang terjual. Besarnya penerimaan batas pada setiap tingkat output mempunyai hubungan yang karakteristik dengan besarnya koefisien elastisitas harga. Penerimaan total produsen akan mencapai maksimum apabila elastisitas harga = 1, akan selalu bertambah apabila elastisitas harga > 1 dan berkurang jika elastisitas harga < 1.

Syarat Untuk Terjadinya Keseimbangan
Produsen adalah ongkos batas harus sama dengan penerimaan batas.tetapi msih ada syarat lain yang harus dipenuhi yaitu kurva MC pada waktu memotong kurva MR harus berbentuk naik atau dengan kata lain lereng MC haarus lebih besar daripada MR.

Ongkos Jangka Panjang

Sebuah perusahaan dikatakan berada dalam keseimbangan jangka panjang apabila perusahaan itu telah menyesuaikan skala perusahaan yang ia gunakan dengan skala perusahaan dimana biaya rata-rata produksi jangka panjang berada di titik minimum dan bersinggungan dengan kurva
permintaan di pasar.

Dalam jangka panjang tidak ada biaya tetap, semua jenis biaya yang dikeluarkan merupakan biaya variabel. Sehingga perusahaan dapat menambah jumlah seluruh input produksi.

Dalam pasar persaingan sempurna, mekanisme pasar akan mendorong alokasi faktor produksi yang optimal. Alokasi faktor produksi yang optimal tersebut dimungkinkan terjadi mengingat syarat untuk terjadinya keseimbangan jangka panjang adalah :
  • Output, akan selalu diproduksi pada tingkat ongkos produksi minimum.
  • Konsumen, membeli output pada tingkat harga yang seminimal mungkin yang hanya cukup untuk menutup biaya produksi batas, dengan kata lain harga = opportunity cost.
  • Skala, produksi digunakan pada kapasitas penuh, sehingga tidak ada pemborosan sumberdaya.
  • Setiap, perusahaan hanya menerima keuntungan normal.

No comments:

Post a Comment