hmm, beberapa bulan lalu saya mengunjungi kepulauan seribu, salah satu pulau yang saya kunjungi adalah pulau pramuka. Ni saya buat review kalo ada yang mau kesana. Saya tertarik kesana karena katanya disana trumbu karangnya masih asri, dan laut serta pantainya gak seperti di Jakarta yang kotor,hitam pekat dan berbau.
05.00am
Sholat shubuh jamaah
05.30am
Berangkat dari rumah sama 3 temen2 saya menggunakan kendaraan pribadi menuju Muara Angke yang nanti menjadi tempat penyebrangan kami ke P. Pramuka.
06.15am
Kami tiba di Muara Angke, terlihat para ABK (anak buah kapal) sedang menurunkan peti2 berisi ikan dari atas kapal. Dengan suasana, panorama dan aroma yang khas muara angke, saya menjadi kurang bersemangat pagi itu. Bau pesing yang menyeruak dan jalanan yang kotor & becek menjadi pembuka pagi itu. Kami langsung menuju parkiran untuk memarkir motor (Rp. 15.000/malam) dan kami mencari sarapan di sekitar TPI(tempat pelelangan ikan) agar pertut tidak kosong pada saat di perjalanan.
06.45am
Tangan saya telah menerima 2 bungkus rokok, 2 bungkus roti dan 1 botol air mineral 1 liter buat bekal nanti saat di kapal. Hmm, namun saya bingung naik kapal yang mana (karena banyak banget kapalnya), lalu saya inisiatif bertanya kepada ABK di dekat saya. Lalu si ABKpun menunjukkan kapal yang bertuliskan "P.Kelapa - P. Pramuka - M.Angke". Tanpa ragu-pun kami langsung menaiki kapal tersebut. (Catatan : Kapal untuk menyebrang hanya ada pukul 07.00am. Ada yang pukul 10.00am atau 01.00pm, tapi itupun kalau rame pengunjung dan hanya pada weekend aja). Kami langsung mengambil posisi di paling belakang kapal agar dapat melihat pemandangan serta terhindar dari mabok.
07.00am
Kapal pun berangkat. Perjalanan kurang lebih 2 jam 45 menit karena menggunakan kapal penumpang yang hanya bermesin 30GT (gros ton)saja. (tetapi kalo naik dari marina, ada kapal cepat dengan mesin 60GT yang dapat menyebrang ke P. Pramuka hanya 1 jam 20 menit saja. Tetapi biayanya lebih mahal). Pemandangan laut di sekitar muara angke dan pantai indah kapuk sangatlah gak enak di pandang. Yang ada hanya ikan2 kecil yang berenang diantara sampah-sampah yang mengapung diatas permukaan laut. Hmm, tapi setelah beberapa km dari muara angke, lautpun berubah menjadi ijo kebiru-biruan. Mulai terasa angin yang sejuk, laut yang jernih dan tidak berbau.
09.45am
Dari kejauhan terlihat sebuah pulau yang cukup besar dan terlihat agak padat penghuninya, maklum lah, Pulau Pramuka adalah pusat pemerintahan kepulauan seribu. ABK pun menadah untuk meminta ongkos naik kapal sebesar (Rp. 30.000, kadang2 Rp.33.000). Tidak berapa lama, kami tiba di P. Pramuka. Hmmm, lautnya bening kaya kaca. Ikan2 ukuran kecil hingga sedang serta trumbu karang terlihat dari atas kapal. Oiya, kami ke pulau pramuka tidak ada persiapan sama sekali, ya memang niatnya emang backpacker. Biar irit, maklum kantong mahasiswa. Saat tiba di dermaga, kami hanya celingak celinguk. Tapi stay cool untuk memulai bernarsis ria. Hmm, sewaktu foto-foto, ada banyak sekali orang yang menawarkan homestay, tapi kami menolaknya. Karena menurut informasi yang saya peroleh dari mbah google, disini ada warga yang menyewakan kamar atau rumahnya jauh lebih murah daripada homestay. Sebenernya homestay di pulau pramuka juga gak mahal-mahal amat sih. Kisaran harga antara Rp. 300.000 - Rp. 750.000. Tapi kami menuju rumah warga saja untuk menanyakan dan bernegosiasi untuk menyewa kamar atau rumahnya. Yang penting sih buat naro barang aja. Tidur mah dimana aja jadi, namanya juga backpacker. Ternyata kami berempat mendapatkan harga yang fantastis, Rp. 50.000. Hahahahag. Tetapi sesuai lah dengan kondisi kami yang hanya bisa tidur di bale depan rumah. Tak apa lah, yang penting barang bawaan kami aman. Hmm, warga pulau pramuka tuh ramah-ramah loh. Gak usah sungkan untuk bertanya jika memang ada yang mau di tanyakan.
10.15am
Selesai beberes, kami langsung bergegas untuk mengitari pulau pramuka. Hmm, ternyata di pesisir pantai pulau pramuka, masih banyak banget sampah. Bahkan yang bikin saya miris adalah yang membuang sampah ke pantai atau laut itu tidak lain adalah warga pulau pramuka sendiri. Sangat disayangkan seashore sebagus ini dirusak gitu aja sama warganya sendiri.
12.00pm
Sholat Zuhur jamaah.
12.15pm
Kami langsung menuju tempat penyewaan alat snorkeling. Berhubung kami semua bisa berenang, kami tidak menyewa lifejacket/vest, kami hanya menyewa masker,snorkel & fin seharga Rp. 25.000/orang. Jika ingin menyewa beserta vest, biaya menjadi Rp. 35.000/orang. Lalu kami pun bersnorkeling ria di sekitar pulau pramuka. Hmm, sekitar 20m dari garis pantai, masih banyak sampah2 di dasar laut. Hmm, saya miris lagi. Tapi radius lebih dari 20m, di kedalaman tampak asri. Rumput laut yang hijau dan ungu, ikan2 kecil warna-warni, tapi harus hati2, banyak banget bulu babi sekitar 20-50m dari garis pantai. Hmm, saya tertegun setelah lebih dari 50m dari garis pantai yang kedalamannya sekitar 3-8m, terlihat trumbu karang warna-warni yang dulu hanya bisa saya lihat di iklan salah satu stasiun tv. Amazing,,, Oiya, disana ada konservasi trumbu karang, bakau a.k.a mangrove dan penyu loh… Tapi saya hanya berhasil mengambil gambar konservasi mangrove aja. Karena saya gak punya underwater cam, :-(
05.00pm
Selesai snorkeling, kami bilas lalu sholat ashar jamaah. Poto-poto sambil liat sunset.
06.00pm
Sholat maghrib jamaah di masjid.
06.30pm
Kami patungan masing-orang Rp. 10.000 untuk beli ikan di TPI pulau pramuka. Kata yang punya rumah, ikan di TPI pulau pramuka murah-murah. Bener aja, cuma dengan 40rb, kami dapat ikan lebih dari 3kg plus bumbu dan nasi. Hehehe, saatnya bakar-bakar.
09.00pm
Selesai bakar ikan dan makan, kami sholat berjamaah. setelah sholat, temen saya tidur. Tapi saya gak mau lewatin malem di pulau itu yang mungkin susah banget untuk kesitu lagi. Saya duduk di paving blok di tepian pantai. Nampak laut sedang surut. Cahaya bulan memantul di permukaan air, Ranca' bana pulo ni. Saat memandang langit, ada sekelebat cahaya yang melintas. Wah, jarang2 ni bisa kaya gini. And then, u have been known what i did at the moment :-D,,, Beberapa rokok yang saya hisap dan angin sepoi2 membuat saya mengantuk, saya rebahab di atas paving block tersebut, dan… saya pun tertidur.
04.00am
Suara orang ngaji terdengar. Saya pun bangun dan masih di pinggir pantai. Saya ke bilik kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Lalu membangunkan yang lain untuk sholat shubuh.
05.00am
Kami sholat shubuh berjamaah. Setelah itu, kasi sarapan di warkop yang dekat dengan masjid. Kami membeli mie rebus plus nasi agar cukup kalori di tubuh.
05.45am
Menikmati indahnya sunrise di ufuk timur.
06.15am
Packing, siap kembali ke Jakarta.
06.45am
Kami berpamitan kepada pemilik rumah dan dengan sekejap, kami sudah berada di atas kapal. Hmm, kembali lagi ke aktifitas membosankan di Jakarta nih…
07.00am
Kapal pun berangkat, dengan biaya yang sama, yaitu Rp. 30.000
09.15am
Kami tiba di Muara Angke. Hmm, udara sejuk, laut jernih, ikan serta trumbu karang warna-warni tidak lagi kami dapatkan disini. Tapi seenggaknya saya berfikir, buat apa jauh2 ke Bali atau luar negeri? Di jakarta masih banyak tempat yang bagus untuk di kunjungi. Seperti P.Pramuka, P.Tidung, P.Air, P.Kotok, P.Karya, P.Sepa, P.Pantara, dll.
Saya yang orang Jakarta asli aja terbelalak ngeliat keindahan gugusan kepulauan seribu. Hmm, tapi sangat disayangkan jika 'mereka' dirusak oleh oknum yang tidaj bertanggung jawab.
Assumption Budgeting
Parkir Rp. 15.000
Nyebrang ke pulau Rp. 30.000
Sewa rumah penduduk Rp. 13.000 (Rp. 50.000/4)
Sewa alat snorkeling Rp. 25.000 (Rp. 35.000 kalo pake vest)
Patungan bakar ikan Rp. 10.000 (Rp. 40.000/4)
Makan mie rebus + nasi Rp. 7.000
Balik ke Muara Angke Rp. 30.000
TOTAL Rp. 130.000/orang
Catatan :
Semakin banyak yang ikut, semakin murah budgetnya
Kalo bawa makan sendiri dari rumah, lebih-lebih lagi murahnya
Kapal hanya ada jam 7 pagi, baik di Muara Angke, maupun di kepulauan seribu
Kalo mau naek angkot, ke Grogol dulu, baru nyambung lagi naek KWK 01 tujuan Muara Angke, turun di dalem Muara Angkenya.
Foto-fotonya
http://suckzguy.multiply.com/photos/album/1/Pulau_Pramuka
Mau tanya-tanya? PM aja, ato gak sms :-D
Selanjutnya saya akan review backpacker saya ke Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil :-)