Yang dimaksud dengan Komunikasi Dalam Organisasi adalah interaksi antar elemen dalam dan luar organisasi tersebut. Komunikasi itu bagian yang sangat penting dalam sebuah organisasi untuk terciptanya visi & misi yang baik serta untuk organisasi yang baik pula. Jika ada miss komunikasi dalam organisasi, hampir dipastikan tujuan organisasi tersebut tidak akan terealisasi dengan baik.
Untuk mencapai tujuan organisasi yang diinginkan, tidak hanya komunikasi dalam organisasi (antara atasan dengan bawahan, dsb), tapi juga terhadap lingkungan eksternal (masyarakat, lingkungan, aparatur pemerintah, dsb). Demi terciptanya kelancaran dalam berorganisasi dan mencegah hal-hal yang merugikan salah satu pihak.
Sebagai contoh kegagalan komunikasi dalam maupun luar organisasi :
Kasus lumpur Lapindo yang tak kunjung selesai. Bukan hanya menunjukkan kurangnya perhatian para 'raja' disana, tetpai juga kurangnya komunikasi yang baik dalam organisasi, maupun luar organisasi. Sampai saat ini, masih sangat banyak masyarakat Sidoarjo yang tidak jelas nasibnya. Tolong para manusia 1/2 Dewa, berikan mereka yang terbaik.
Kasus "mafia tiket" AFF Suzuki Cup yang benar-benar tidak jelas. Manajemen ticketing yang tidak jelas, informasi yang diberikan panitia lokal tidak akurat, dan pernyataan-pernyataan para 'raja' organisasi tersebut yang membuat para fans Timnas Indonesia kecewa. Bayangkan saja, ada yang sudah mengantre dari sebelum hari penjualan tiket (menginap) untuk MEMBELI (bukan minta gratisan loh, heran deh... Mo di kasih duit aja dibikin repot) tiket kategori III minggu, 26 Desember kemarin untuk dapat melihat laga Final 2nd leg pada 29 Desember mendatang di Gelora Bung Karno. Tetapi setelah menunggu belasan jam, panitia lokal yang menginformasikan loket penjualan tiket akan dibuka pada pukul 10 pagi di 5 lokasi berbeda dan terbagi menjadi 20 loket penjualan tiket, hingga pukul 12.15 tak kunjung buka. Kontan saja para suporter Indonesia naik pitam dengan mengobrak abrik PSSI. Ini sudah menunjukkan ketidak profesionalan PSSI serta LOC selaku panitia lokal dalam manajemen tiket, informasi, dll. Someone usually called NH said : Seharusnya ini tidak terjadi, loket tidak dibuka karena para pengantre tidak tertib." Saya hanya bergumam dalam hati, "sudah tau animo masyarakat Indonesia sangat besar, apalagi ini Final. Tiket tidak dibuka karena alasan pengantre tidak tertib, sama saja anda menyuruh mereka mengobrak abrik GBK". Sebelumnya juga untuk penjualan kategori I dan II pada tanggal 23 dan 26 Desember kemarin, informasi mengenai penjualan tiket simpang siur. Panitia bilang tiket sold out, tetapi beberapa waktu kemudian, panitia menginformasikan kembali jika masih ada tiket yang tersedia. Informasi yang sangat HOAX. Ada seseorang pengantri yang mengeluh "kalo tiket abis, ya bilang abis. jangan bikin kita jadi keder gini.". Tiket untuk kategori VVIP, VIP Barat dan VIP Timur pun mengalami masalah serupa. Teman saya bilang "Padahal gue udah tungguin dari jam 9 lai (logat Batak), pas jam 10 gue gak bisa login, ada kali 50x ngeklik ampe tangan gue cantengan, baru dah bisa login, tapi gak ada keterangan apa-apa tentang penjualan tiket, trus pas gue coba-coba lagi selama 45menitan, tiket udah sold out. Anjritt, masuk aje susah, kok udah sold out??? Wah, ada maen ni..." cetus teman saya yang hendak beli tiket VIP Timur. Saya juga berfikir, bagaimana bisa sold out sementara bandwidth yang tidak mumpuni untuk login saja susah? Pasti ada permainan. Indonesia, mau BELI tiket saja susah.
